Beda KPI vs metric vs OKR. Framework AARRR untuk produk digital. Daftar KPI per industri yang langsung bisa kamu pakai. Plus rumus-rumusnya yang sering ditanya saat interview.
Tiga istilah ini sering dicampur, padahal berbeda jelas. Setelah baca bagian ini kamu nggak akan lagi salah pakai.
Angka yang bisa diukur dari aktivitas bisnis. Contoh: jumlah klik, durasi sesi, persentase user mobile. Semua KPI adalah metric, tapi tidak semua metric adalah KPI.
Subset metric yang paling penting — yang merefleksikan kesehatan tujuan strategis bisnis. Kalau bos buka dashboard, KPI ini yang dia lihat duluan.
Framework goal-setting. Objective = ambisi kualitatif. Key Results = 3-5 metrik kuantitatif untuk ngukur ketercapaian objective. OKR memberi arah, KPI memantau kondisi.
Sifat: ongoing, jangka panjang
Contoh: Monthly Recurring Revenue (MRR)
Tujuan: health monitoring
Sifat: kuartalan, ambisius (stretch)
Contoh: "Naikkan MRR dari 100jt ke 150jt"
Tujuan: goal alignment
Satu metric yang paling kuat memprediksi kesuksesan jangka panjang. Bukan sekadar revenue — tapi metric yang menggambarkan nilai inti yang produkmu berikan ke user.
| Perusahaan | North Star Metric | Kenapa? |
|---|---|---|
| Spotify | Time spent listening | Makin lama dengar = makin engaged = makin bayar |
| Airbnb | Nights booked | Refleksi langsung dari nilai inti: orang menginap |
| Messages sent | Semua revenue datang setelah engagement | |
| Tokopedia | GMV (Gross Merchandise Value) | Total transaksi = ekosistem yang sehat |
| Notion | Weekly active workspaces | Kerjasama tim = retention tinggi |
Total signup, total download, total page view — bagus dilihat tapi jarang menggambarkan kesuksesan nyata. 1 juta signup yang nggak pernah login = nol value. Selalu cek metric yang tahan uji "so what?".
Diciptakan oleh Dave McClure. Lima tahap perjalanan user yang harus diukur untuk produk digital apapun:
Bagaimana user pertama kali datang?
Apakah experience pertamanya bagus?
Apakah mereka kembali lagi?
Apakah mereka mengajak teman?
Bagaimana monetisasinya?
| Tahap | Pertanyaan Inti | Metric Contoh |
|---|---|---|
| Acquisition | Saluran mana yang paling efektif? | Visitors, sign-ups, CAC, source/medium |
| Activation | Apakah aha-moment tercapai? | % complete onboarding, time-to-value |
| Retention | Apakah user balik lagi? | D1/D7/D30 retention, MAU/DAU ratio |
| Referral | Apakah user merekomendasikan? | NPS, viral coefficient (K-factor) |
| Revenue | Bagaimana monetisasi optimal? | ARPU, MRR/ARR, LTV, conversion rate |
Hapal rumus-rumus ini. Pasti ditanya saat interview BA / Product Analyst:
CAC = Total Marketing & Sales Cost / Jumlah Customer Baru
LTV = ARPU × Average Customer Lifespan = (Avg Order Value × Purchase Frequency) × Lifespan
Sehat: LTV / CAC ≥ 3< 1 = rugi setiap akuisisi1–3 = bisa disesuaikan≥ 3 = bisnis scalable
Churn = (Customers Lost / Total Customers Awal Periode) × 100%
CR = (Jumlah Konversi / Jumlah Pengunjung) × 100%
MRR = Σ (Subscription Fee per Customer per Bulan)ARR = MRR × 12
NPS = % Promoters (9-10) − % Detractors (0-6)Range: -100 sampai +100. > 50 = excellent
Tidak semua angka layak jadi KPI. Pakai filter SMART-A:
Pilih salah satu produk digital yang kamu tahu (Gojek, Tokopedia, Spotify, Notion, dst). Lalu:
Tulis hasilnya di catatan kamu — ini latihan thinking, bukan asal kerja.