Materi 04 · Funnel & Cohort

Analisis Funnel & Cohort

Dua teknik analitik yang paling sering dipakai tim Product & Growth untuk menemukan kebocoran konversi dan memahami perilaku user dari waktu ke waktu. Wajib dikuasai.

⏱ 25 Menit Baca 🎯 Intermediate 📈 Practical

1. Apa Itu Funnel Analysis?

Funnel analysis melacak perjalanan user melalui serangkaian langkah berurutan untuk mencapai sebuah goal — biasanya konversi (beli, daftar, upgrade). Tujuannya: menemukan di langkah mana user paling banyak bocor sehingga bisa diperbaiki.

Kapan Funnel Lebih Cocok?

Saat ada urutan langkah yang jelas: lihat produk → tambah keranjang → checkout → bayar. Funnel kurang cocok untuk perilaku non-linear seperti eksplorasi konten.

Contoh Funnel E-Commerce

Visit Homepage
100,000
100%
Lihat Produk
62,000
−38%
Add to Cart
38,000
−39%
Mulai Checkout
24,000
−37%
Bayar Sukses
11,000
−54%

Cari Drop Terbesar

Lihat funnel di atas — drop terbesar terjadi di step "Bayar Sukses" (−54%). Itulah hipotesis pertama untuk diinvestigasi: payment gateway error? Form terlalu panjang? Biaya tersembunyi muncul di akhir?

2. Membangun Funnel Step-by-Step

Conversion Rate per Step CR = (Users di Step N+1 / Users di Step N) × 100%
Overall Funnel Conversion Overall CR = (Users di Step Akhir / Users di Step 1) × 100%

3. Apa Itu Cohort Analysis?

Cohort analysis mengelompokkan user berdasarkan karakteristik yang sama (biasanya bulan signup), lalu melacak perilakunya dari waktu ke waktu. Pertanyaan utamanya: "Apakah user yang baru join bertahan lebih baik atau lebih buruk dari batch sebelumnya?"

Kenapa Cohort Penting?

Total MAU bisa terlihat tumbuh padahal yang sebetulnya terjadi: kamu kehilangan banyak user lama tapi terus akuisisi user baru. Cohort membongkar ilusi ini — retention asli per generasi user.

4. Membaca Cohort Table

Contoh retention cohort (% user yang masih aktif di bulan ke-N setelah signup):

Cohort Size M0 M1 M2 M3 M4 M5
Nov 20254,200100%52%38%31%28%25%
Dec 20255,100100%54%41%33%30%
Jan 20266,800100%61%48%40%
Feb 20267,400100%64%52%
Mar 20268,100100%68%
Apr 20269,300100%

Cara Membaca

5. Tipe Cohort yang Sering Dipakai

Tipe CohortPembagianPertanyaan yang Dijawab
Acquisition CohortBulan signupApakah retention kohor terbaru lebih baik?
Behavioral CohortAksi pertama yang dilakukanUser yang complete onboarding vs yang skip
Channel CohortKanal akuisisiUser dari ads vs organic — siapa yang lebih loyal?
Geographic CohortLokasiRetention user Jakarta vs Surabaya
Plan CohortTier subscriptionPro user lebih sticky daripada free user?

6. Studi Kasus Real World

Real World · SaaS B2B

Onboarding Fix yang Naikkan Retention 12pp

Sebuah startup SaaS punya M1 retention stabil di 50% selama 8 bulan. Mereka melakukan funnel analysis pada onboarding dan menemukan 72% user drop di step "Connect Database" — ternyata wizard-nya minta credential terlalu cepat sebelum user paham value-nya.

Solusi: pindahkan "Connect Database" ke setelah user lihat sample dashboard. Sample dashboard pakai data dummy.

Hasil: M1 retention cohort baru naik dari 50% ke 62% (+12pp), dan churn 3 bulan turun dari 28% ke 19%. Hanya dengan reorder onboarding step.

7. Common Pitfalls

8. Tools untuk Analisis Funnel & Cohort

ToolBagus untukCatatan
MixpanelEvent-based product analyticsFunnel & cohort built-in, mudah dipakai
AmplitudeBehavioral cohorts kompleksSangat fleksibel, free tier generous
GA4Web analytics + funnel sederhanaGratis, tapi attribution-nya ribet
SQL + MetabaseCustom cohort dari data warehousePaling fleksibel kalau punya engineer
PostHogOpen source product analyticsSelf-host, full control data

📝 Tugas Praktik

Pilih sebuah aplikasi yang sering kamu pakai (Tokopedia, Tiket.com, Tinder, dst). Lalu:

  1. Petakan funnel konversi utamanya menjadi 4-6 step.
  2. Tebak conversion rate tiap step berdasarkan asumsi rasional.
  3. Identifikasi step paling rawan drop dan jelaskan kenapa.
  4. Buat 2 hipotesis perbaikan untuk step tersebut.
  5. Bonus: rancang cohort table untuk produk tersebut — pakai metric retention apa? Window berapa lama?

Rangkuman