Dua teknik analitik yang paling sering dipakai tim Product & Growth untuk menemukan kebocoran konversi dan memahami perilaku user dari waktu ke waktu. Wajib dikuasai.
Funnel analysis melacak perjalanan user melalui serangkaian langkah berurutan untuk mencapai sebuah goal — biasanya konversi (beli, daftar, upgrade). Tujuannya: menemukan di langkah mana user paling banyak bocor sehingga bisa diperbaiki.
Saat ada urutan langkah yang jelas: lihat produk → tambah keranjang → checkout → bayar. Funnel kurang cocok untuk perilaku non-linear seperti eksplorasi konten.
Lihat funnel di atas — drop terbesar terjadi di step "Bayar Sukses" (−54%). Itulah hipotesis pertama untuk diinvestigasi: payment gateway error? Form terlalu panjang? Biaya tersembunyi muncul di akhir?
CR = (Users di Step N+1 / Users di Step N) × 100%
Overall CR = (Users di Step Akhir / Users di Step 1) × 100%
Cohort analysis mengelompokkan user berdasarkan karakteristik yang sama (biasanya bulan signup), lalu melacak perilakunya dari waktu ke waktu. Pertanyaan utamanya: "Apakah user yang baru join bertahan lebih baik atau lebih buruk dari batch sebelumnya?"
Total MAU bisa terlihat tumbuh padahal yang sebetulnya terjadi: kamu kehilangan banyak user lama tapi terus akuisisi user baru. Cohort membongkar ilusi ini — retention asli per generasi user.
Contoh retention cohort (% user yang masih aktif di bulan ke-N setelah signup):
| Cohort | Size | M0 | M1 | M2 | M3 | M4 | M5 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nov 2025 | 4,200 | 100% | 52% | 38% | 31% | 28% | 25% |
| Dec 2025 | 5,100 | 100% | 54% | 41% | 33% | 30% | — |
| Jan 2026 | 6,800 | 100% | 61% | 48% | 40% | — | — |
| Feb 2026 | 7,400 | 100% | 64% | 52% | — | — | — |
| Mar 2026 | 8,100 | 100% | 68% | — | — | — | — |
| Apr 2026 | 9,300 | 100% | — | — | — | — | — |
| Tipe Cohort | Pembagian | Pertanyaan yang Dijawab |
|---|---|---|
| Acquisition Cohort | Bulan signup | Apakah retention kohor terbaru lebih baik? |
| Behavioral Cohort | Aksi pertama yang dilakukan | User yang complete onboarding vs yang skip |
| Channel Cohort | Kanal akuisisi | User dari ads vs organic — siapa yang lebih loyal? |
| Geographic Cohort | Lokasi | Retention user Jakarta vs Surabaya |
| Plan Cohort | Tier subscription | Pro user lebih sticky daripada free user? |
Sebuah startup SaaS punya M1 retention stabil di 50% selama 8 bulan. Mereka melakukan funnel analysis pada onboarding dan menemukan 72% user drop di step "Connect Database" — ternyata wizard-nya minta credential terlalu cepat sebelum user paham value-nya.
Solusi: pindahkan "Connect Database" ke setelah user lihat sample dashboard. Sample dashboard pakai data dummy.
Hasil: M1 retention cohort baru naik dari 50% ke 62% (+12pp), dan churn 3 bulan turun dari 28% ke 19%. Hanya dengan reorder onboarding step.
| Tool | Bagus untuk | Catatan |
|---|---|---|
| Mixpanel | Event-based product analytics | Funnel & cohort built-in, mudah dipakai |
| Amplitude | Behavioral cohorts kompleks | Sangat fleksibel, free tier generous |
| GA4 | Web analytics + funnel sederhana | Gratis, tapi attribution-nya ribet |
| SQL + Metabase | Custom cohort dari data warehouse | Paling fleksibel kalau punya engineer |
| PostHog | Open source product analytics | Self-host, full control data |
Pilih sebuah aplikasi yang sering kamu pakai (Tokopedia, Tiket.com, Tinder, dst). Lalu: