Tanpa memahami siapa target kamu, semua iklan akan terasa generik. Kuasai Segmentation-Targeting-Positioning, build customer persona berbasis riset, dan petakan consumer journey end-to-end.
Tiga langkah berurutan dari pasar luas → ke positioning yang tajam.
Bagi pasar menjadi kelompok-kelompok berbeda berdasarkan karakteristik tertentu.
Pilih segmen mana yang akan dilayani dan dengan prioritas apa.
Tentukan posisi unik produk di benak segmen target.
| Tipe | Variabel | Contoh |
|---|---|---|
| Demografis | Usia, gender, pendapatan, pendidikan, pekerjaan | Wanita 25-34, S1, ibu bekerja |
| Geografis | Negara, kota, urban/rural, iklim | Jakarta, urban, daerah perkantoran |
| Psikografis | Lifestyle, nilai, kepribadian, minat | Eco-conscious, suka traveling, value family |
| Behavioral | Pola pembelian, loyalitas, pemakaian, manfaat dicari | Repeat buyer, sensitif harga, beli saat promo |
Jangan pakai 1 variabel saja. Kombinasi demografis + psikografis + behavioral menghasilkan segmen yang jauh lebih actionable. "Wanita 25-34" terlalu luas, tapi "Wanita 25-34 di Jakarta yang eco-conscious dan repeat buy ≥3x/bulan" sangat spesifik.
Persona = representasi semi-fiksional dari customer ideal, berbasis data riset. Bukan asumsi.
Karyawan swasta · marketing officer · gaji 9-12jt/bln · single, tinggal kost · S1 Komunikasi UI
Naik jabatan dalam 2 tahun, mulai investasi, pertahankan gaya hidup sehat di tengah kesibukan.
Waktu sempit untuk meal prep, FOMO investasi crypto/saham, kewalahan baca berita finansial yang ribet.
"Mau hidup sehat tapi nggak punya waktu masak. Cari yang cepat, enak, dan masuk akal harganya."
1) Identitas (nama, foto, usia, role) — 2) Demografis & latar — 3) Goals (apa yang ingin dicapai) — 4) Pain points (apa yang menyulitkan) — 5) Watering holes (di mana dia ngumpul online) — 6) Buying triggers (apa yang membuat dia membeli) — 7) Objections (kenapa dia ragu) — 8) Quote yang merangkum.
Lima tahap perjalanan konsumen — penting untuk menentukan kanal dan pesan di tiap tahap.
Sadar masalah / opsi
Bandingkan opsi
Pilih & beli
Pakai produk
Rekomendasikan
| Tahap | Mindset | Kanal Marketing |
|---|---|---|
| Awareness | "Kenapa aku butuh ini?" | Content blog, TikTok edukasi, display ads |
| Consideration | "Mana yang terbaik?" | Review, comparison, webinar, retargeting |
| Decision | "Aku siap beli." | Landing page, search ads, promo limited |
| Experience | "Apakah produk ini bagus?" | Onboarding email, support, tutorial |
| Advocacy | "Aku mau cerita ke teman." | Loyalty program, referral, UGC campaign |
Setelah segmen dipilih dan persona dipahami, tulis kalimat positioning yang ringkas. Format klasik:
"For [target segment] who [needs/wants], [your brand] is the [category] that [unique benefit] because [reason to believe]."
Contoh: "Untuk ibu muda Jakarta yang sibuk dan peduli kesehatan, MealBox adalah layanan meal subscription yang menyediakan makan sehat siap-saji 5 menit, karena tim chef gizi kami merancang menu mingguan berbasis sains."