Sains naikin conversion rate dari 1 persen ke 5 persen. Bisa lipatkan revenue tanpa naikkan traffic.
Conversion Rate Optimization adalah disiplin menaikkan persentase pengunjung yang melakukan aksi yang diinginkan. Aksi: beli, daftar, klik, download. Naikkan CR dari 1 persen ke 2 persen artinya revenue 2x lipat tanpa biaya akuisisi tambahan.
Setiap fitur punya funnel sendiri. Awareness, Interest, Desire, Action. Identifikasi titik bocor dengan analytics. CRO fokus perbaiki setiap step. Tools: Hotjar untuk heatmap, FullStory untuk session replay, Google Analytics untuk metric.
Headline (paling impact). CTA button (warna, copy, ukuran, posisi). Form (jumlah field, label, validation). Pricing display. Social proof (testimoni, review). Trust signal (logo customer, sertifikat). Image dan video. Page speed.
Research dulu (data, user interview, heatmap). Hipotesis: kalau ubah X jadi Y, akan naik Z persen. Jalankan A/B test dengan sample size cukup. Statistical significance min 95 persen confidence. Implementasi yang menang. Iterasi terus.
Test tanpa hipotesis. Sample size kecil. Stop test terlalu awal. Mengabaikan segmen. Tidak hitung guard rail metric (revenue per visitor jangan turun). Lokal optimum (perbaiki sedikit-sedikit padahal butuh redesign besar).