Visualisasi user secara konkrit. Persona dan empathy map jadi tools wajib untuk align tim soal target user.
Representasi fictional user real dengan demographics, behavior, motivation, frustration. Bukan stereotype, tapi based on research. Persona memudahkan tim talk about user dengan konkrit. "PM Sarah" lebih real dari "PM 30-an".
Step 1: customer interview 10-15 user. Step 2: identifikasi pattern (ada 3-4 cluster). Step 3: bikin persona per cluster. Step 4: kasih nama, foto, demographics, goal, frustration, technology level. Step 5: validate dengan tim user-facing.
Tool dari Dave Gray. 4 quadrant: SAY (yang user katakan), THINK (yang dipikirkan), DO (yang dilakukan), FEEL (emosi). Plus pain dan gain. Bantu tim understand user dari 4 dimensi. Powerful untuk align team thinking.
User yang BUKAN target. Sama penting dengan persona. Helps focus dengan say NO ke fitur yang melayani non-target. Contoh: kalau target B2B SaaS untuk SMB, anti-persona adalah enterprise (jangan over-engineer untuk mereka).
Persona bukan dokumen one-shot. Update tiap 6-12 bulan based on new research. User berubah, market berubah, persona harus update. Stale persona = misleading tim.